Dukung TNI, Massa Gelar Demo di Belakang Kantor DPRD Mamuju


Dukung TNI, Massa Gelar Demo di Belakang Kantor DPRD Mamuju

Redaksi
Minggu, 30 Maret 2025

LINTASMAKASSAR.COM, MAMUJU - Mendukung TNI, Aliansi pemerhati Sulawesi Barat melaksanakan Aksi Damai, dengan Tema "Jangan Pisahkan TNI dengan Rakyat", yang dipimpin oleh Sdr. Muliadi (Koordinator Umum), dengan massa aksi sekitar 20 Orang.


Aksi ini digelar di belakang kantor DPRD kabupaten Mamuju, Jln.Yos Sudarso, Kel.Binanga, Kec.Mamuju, Kab.Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (29/3/2025).


20 massa unjuk rasa itu nampak membawa sejumlah alat peraga, yang di antaranya 1 Unit Sound sistem, 1 Unit mobil Pick Up, 1 Buah Ban bekas, 1 Buah Spanduk yang bertuliskan "Aliansi pemerhati Sulawesi Barat, Indonesia cerah dukung Undang-undang TNI, jangan bodohi rakyat, jangan pisahkan TNI dan Rakyat", serta selembaran Aksi yang bertuliskan 

"Jangan bodohi rakyat, jangan pisahkan TNI dan Rakyat"


Selain itu, pada pukul 16.30 Wita, Massa aksi Aliansi pemerhati Sulawesi Barat, juga membakar ban bekas di tengah badan jalan.


Dalam aksi tersebut, massa bergantian memberikan orasi yang di antaranya mengatakan, aksi ini dilakukan dengan tujuan mendukung penuh perubahan Undang-Undang TNI yang baru.


"Kami yakin bahwa pembaruan ini adalah langkah tepat untuk meningkatkan profesionalisme, modernisasi, dan kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga kedaulatan bangsa," tegas salah satu peserta demo dalam orasinya.


Aksi ini juga mereka nilai sebagai kesempatan untuk berkumpul dalam menyuarakan dukungan terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UUD TNI).


"Perubahan UUD TNI adalah jawaban atas tantangan zaman, Kita ingin TNI yang lebih kuat, profesional, dan tetap dekat dengan rakyat, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI," ucap massa.


Mereka menegaskan, bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa. TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan selalu berada di garis terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI, namun, ada upaya yang ingin memisahkan TNI dari rakyat, seolah-olah TNI dan rakyat bukan satu kesatuan.


"Hari ini kita tegaskan bahwa rakyat dan TNI adalah satu tubuh, satu jiwa, dan satu perjuangan. TNI kuat karena rakyat, dan rakyat aman karena TNI, Kita menolak segala bentuk upaya yang ingin memisahkan hubungan harmonis antara TNI dan rakyat," jelasnya.


Beberapa tuntutan juga mereka paparkan dalam aksi tersebut, yakni 


1.Menolak segala kebijakan atau peraturan yang ingin memisahkan peran TNI dari rakyat


2. Memperkuat peran TNI dalam kehidupan sosial sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat


3. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendukung sinergi antara TNI dan rakyat demi menjaga keutuhan NKRI


4. Meminta pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk mendengar aspirasi rakyat dan TNI sebagai satu kesatuan


5. Pemerintah perlu Mensosialisasikan isi UU TNI yang baru secara masif agar dipahami oleh seluruh masyarakat


6. TNI perlu berkomitmen untuk menerapkan perubahan secara konsisten sesuai UU baru


7. Pengawasan dari masyarakat dan lembaga independen perlu dilakukan agar pelaksanaan UU berjalan sesuai harapan


8. Mendorong dialog antara pemerintah, TNI, dan masyarakat guna memastikan kebijakan ini mengakomodasi kepentingan nasional


Aksi tersebut kemudian berhadir pada pukul 16.50 WITA, di mana, massa aksi kemudian membubarkan diri.(*)